18 Pabrik Garmen Tutup, Ribuan Karyawan Gigit Jari Kena PHK

Suasana sepi pabrik garmen PT. Fotexco Busana International, Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2022). (Tangkapan layar CNBC Indonesia TV)

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terutama garmen sekarang sedang mengalami tekanan berat dihadapkan dengan ‘lonceng kematian’ industri. Hal ini disebabkan melemahnya permintaan pasar ekspor sehingga order sepi berujung pada PHK.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Produk Tekstil Provinsi Jabar (PPTPJB) Yan Mei menyebut efek perang Rusia – Ukraina membuat konsumsi masyarakat Eropa dan Amerika Serikat menjadi lesu. Dampaknya pun terlihat dengan banyaknya pabrik yang tutup di Indonesia karena permintaan pasar ekspor turun.

“Ada 18 perusahaan yang tutup dari 14 kabupaten/kota di Jawa Barat, yang terpaksa melakukan PHK terhadap kepada sekitar 9.500 karyawan. Angka ini akan terus berubah seiring laporan yang masuk. Tahun depan masih bisa terus bertambah akibat adanya tekanan resesi global,” kata Yan Mei.

berdasarkan data perselisihan hubungan industrial (HI) menurut Dinas Provinsi dan Kabupaten/ Kota, per September 2022, ada 4.155 buruh yang sudah di-PHK.

Namun, jika mengacu data BWI-ILO (lembaga kemitraan kerja sama Organisasi Buruh PBB), sudah ada 47.539 karyawan di Jawa Barat yang di-PHK.

Angka itu melonjak lagi jika menurut data sementara Apindo yang melaporkan ada 73.644 orang yang sudah di-PHK di Jawa Barat.

“Pelemahan ekspor terasa sejak kuartal ketiga lalu. Banyak order ekspor yang pengirimannya harus ditunda, bahkan sampai awal tahun depan,” kata ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja.

Di sisi buruh, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI Said Iqbal meragukan data-data yang dikeluarkan pengusaha soal pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia menyebut isu ini ditunggangi untuk melakukan PHK terhadap buruh.

“Coba aja cek, dimana perusahaannya, kapan PHK. Nggak benar itu PHK, nggak ada. Yang ada data lama diangkat lagi seakan-akan PHK sekarang,” sebut Said Iqbal kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*