Cermati Tanda Psikopat, Mungkin Ada di Orang yang Kamu Kenal!

ilustrasi psikopat (Pexels)

Psikopat kerap kali menjadi istilah yang disematkan masyarakat terhadap orang-orang yang berperilaku sadis. Bahkan diabadikan dalam sebuah film, seperti Psycho keluaran 1960.

Namun, perlu diingat psikopat bukanlah diagnosis medis resmi. Mengutip Healthline, definisi sebenarnya dari psikopat dalam ilmu psikiatri adalah gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personality Disorder/ASPD).

Seorang psikiater dan pendiri Centers of Psychiatric Excellence Prakash Masand mengatakan, ASPD menggambarkan individu yang menunjukkan pola manipulasi dan kekerasan kepada orang lain.

Tanda-tanda Psikopat

Karena istilah psikopat bukanlah diagnosis resmi, para ahli merujuk gejalanya pada tanda-tanda yang dijelaskan di bawah diagnosa orang dengan ASPD. Menurut Masand, beberapa tanda yang lebih umum untuk diwaspadai meliputi:

– Perilaku yang tidak bertanggung jawab secara sosial

– Mengabaikan atau melanggar hak orang lain

– Ketidakmampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah

– Kesulitan menunjukkan penyesalan atau empati

– Kecenderungan untuk sering berbohong

– Memanipulasi dan menyakiti orang lain

– Memiliki masalah berulang dengan hukum

– Mengabaikan keselamatan dan tanggung jawab

Masand mengatakan, seseorang yang menunjukkan perilaku psikopat mungkin juga menjadi sangat agresif dan terkadang menjadi sangat marah.

Selain itu, mereka tidak peduli jika telah menyakiti seseorang, berperilaku impulsif dan kasar, dan tidak memiliki penyesalan. Dalam kasus ASPD, kasar tidak selalu berarti kekerasan.

Selain perilaku, Masand mengatakan ada ciri-ciri tertentu yang terkait dengan ASPD:

– Lebih banyak pria daripada wanita yang memiliki diagnosis ini.

– Secara teknis, untuk menerima diagnosis ASPD, Anda harus berusia 18 tahun. Tetapi beberapa orang akan menunjukkan tanda-tanda gangguan perilaku, yang mungkin merupakan indikator awal ASPD, sejak usia 11 tahun.

– ASPD adalah kondisi kronis yang tampaknya membaik seiring bertambahnya usia.

– Tingkat kematian lebih tinggi pada orang dengan ASPD karena perilaku mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*